RESENSI FILM TARUNG SARUNG
JANTAN BUKAN BERARTI TAWURAN
Judul Film : Tarung Sarung
Sutradara : Archie Hakagery
Produser : Chand Parwez
Perusahaan Produksi : Starfision Plus
Tahun : 2020
Durasi : 1 jam 55 menit
SINOPSIS
Film
ini menceritakan tentang seorang anak remaja kaya raya yang menganggap uang adalah
segalanya,sampai dia tidak percaya dengan tuhan. Anak ini bernama Deni ruso.
Deni sering terlibat dalam perkelahian dan
pengeroyokan tetapi Ia selalu dilindungi oleh bodyguard nya yaitu om Badul dan anak buahnya. Hingga suatu saat
ibunya marah besar dan mengirim Deni ke Makassar untuk mengurusi Ruso Corp
milik ibunya , sehingga dia tidak sibuk lagi dengan perkelahian.Ancaman
mencabut semua fasilitas mewah pun membuat deni mau melakukanya.
Saat
Deni sampai di Makassar Ia disambut oleh Tutu dan Gogos. Mereka adalah pegawai
kontrak di perusahaan Ruso corp.Saat Deni berjalan jalan mengelilingi makassar
Ia menemui aktivis lingkungan yang bernama Tenri. Tenri sangat membenci Ruso
corp karena perusahaan ini akan menghancurkan pantai demi membesarkan
peerusahaan tersebut. Dan untuk dekat dengan Tenri Deni memutuskan untuk
menyembunyikan identitasnya sebagai anak dari pemilik Ruso corp.
Saat mulai dekat dengan tenri
muncullah Sanrego sang preman dan juara tarung sarung di Makassar. Sanrego tak
terima jika Deni dekat dengan Tenri karena Ia sangat mencintai Tenri. Sanrego pun menghajar Deni habis
habisan dan menantangnya tarung sarung. Dan karena itu Deni pun mencari seorang
guru untuk
mengajarinya tarung sarung dan akhirnya Deni bertemu dengan pak Khalid master
dari sigajang laleng lipa atau
bertarung didalam sarung denganmenggunakan badik.Pak khalid yang merupakan
seorang marbot atau pengurus masjd awalnya menolak Deni untuk jadi muridnya
karena mengetahui bahwa deni tidak percaya pada tuhan. Namun setelah melihat
kesungguhan Pak
Khalid pun mau menjadikan Deni menjadi muridnya. Bukan hanya mengajari tarung
sarung Pak Khalid pun mengajarkan tentang keimanan.Setelah berlatih dengan
keras Deni pun mengikuti kejuaraan tarung sarung dan dapat mengalahkan sanrego
di final.
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN
Film ini mengangkat
banyak sekali pesan moral di dalamnya seperti nilai budaya agama dan mecintai
lingkungan. Walaupun film ini termasuk film yang ber-genrekan laga yang menegangkan tapi dalam film
ini masih mengandung unsur unsur humor melalui peran tutu dan gogos. Dan film
ini berhasil menyajikan pengambilan gambar alam Makassar yang sangat baik. Tapi
sayang film ini ditutup dengan pertarungan sanrego dan deni yang endingnya
kurang membekas.
PESAN MORAL
Pesan moral yang dapat
kita petik dari film ini adalah kita sebagai pemuda harus jantan bukan hanya berani
keroyokan dan tawuran dan kita harus melestarikan budaya dari nenek moyang kita serta
menjaga keimanan kita.
Nama : Zidan Maulana Irawan
Kelas : XI MIA-1

Komentar
Posting Komentar