RESENSI NOVEL,ANTARA AGAMA DAN TOLERANSI
ANTARA AGAMA DAN TOLERANSI
IDENTITAS BUKU
Judul Buku :Ayat-Ayat Cinta 2
Penulis :Habiburrahman EL Shirazy
Penerbit :Republika
Cetakan :VI,Desember 2015
Jumlah Halaman :697 Halaman
Harga(P.Jawa) :Rp.95.000
Sebelumnya
saya pernah mendengar sebuah album lagu dari Rosa yang judulnya adalah Ayat-A yat cinta
dan saya pun berpikir apakah ada novelnya ,kelihatannya bagus kalau ada
novelnya.Ternyata setelah sekian lama saya menemukan novel di perpustakaan
sekolah dengan seri yang lengkap,seri 1&2,saya pun berminat untuk
membacanya kemudian saya langsung meminjam dengan kedua seri tersebut.Saya pun
mulai membaca sampai seri pertama selesai dan Ketika seri kedua akan say abaca
saya kurang tertarik karena buku yang tebal membuat saya kurang minat untuk
membacanya,tetapi saya ingin mengetahui lanjutan ceritanya saya pun cob abaca
pelan-pelan dan saya hanyu dalam indahnya kata-kata yang ditulliskan oleh
penulis tersebut.
Dalam
novel ini dikisahkan tokoh Fahri yang digambarkan pemida asal Indonesia yang
nyaris sempurna membuka hidup baru di Edinburgh dengan bekerja di University of
Edinburgh.Di kota inilah fahri menemukan pengalaman kehidupan yang baru.Bersama
paman Hulusi,sopir sekaligus pengawal fahri,mereka menjalani kehidupan di
Edinburgh dan menghadapi para tetangganya yang kebanyakan anti islam.Di kota
ini Fahri juga bertemu dengan Heba,seorang gadis Muslimah yanbg menjadi
mahasiswinya,Sabina sosok Muslimah yang tunawisma,dan Hulya perempuan yang
masih saudara dengan Aisha.Sementara itu,ia juga harus berhadapan denga Baruch,
tantara Israel yang sangat membencinya.Fahri
seperti maya hidup tanpa kehadiran sosok Aisha yang pergi menemani
temannya menjadi relawan di Israel,yang sampai sekarang belum ada kabar
darinya(AAC 1).
Kata-kata yang ditulis sangat
menarik apalagi bagi orang agamis sangat cocok untuk membaca ini karena didalam
novel ini dicantumkan ayat-ayat Al qur’an sebagai dalil penguat argument yang
diutarakan,tidak hannya itu novel ini memiliki nila-nilai kehidupan yang dapat
kita ambil.
Belajar mendidik anak dan bertetangga yang baik
Salah satu hal yang menarik yang bisa diambil adalah
bagaimana sosok Fahri mencontohkan cara mendidik anak lewat cerita tentang
tetangganya yang masih muda yang Bernama Keira dan adiknya yang Bernama Jason
yang sangat membencinya,meskipun Keira yang sering mencorat-coret mobilnya
dengan kata-kata kotor dan Jason yang sering mencuri minimarket milik
Fahri,namun ia tenang bahkan sampai membuat strategi untuk membantu kedua adik
kakak agar bisa mencapai cita-citanya.Setelah mereka keduanya berhasil,mereka
sadar bahwa Fahri adalah orang yang baik.Dari sini saya bisa melihat bahwa
mendidik anak memang diperlukan kesabaran yang lebih dan yang tak kalah penting
adalah harus Menyusun strategi untuk membuat anak yang tidak bisa dikontrol
mnjadi anak yang sayang kepada keluarganya.Selain bagaimana cara mendidik anak
,cara bertetangga yang baik juga yang menjadi kisah utama dalam novel
ini.Sebagai pendatang dan memiliki keyakinan yang minoritas di kota itu,Fahri
tentu saja dipandang sebelah mata oleh para tetangganya.Fahri harus berjuang
menghadapi serangan-serangan yang berkaitan dengan keyakinannya sebagainseorang
muslim.Fahri hidup dilingkungan
dengan tetangga penganut Yahudi dan
Nasrani.Meskipun hamper semua tetangganya membencinya,Fahri tetap memperlakukan
mereka dengan baik .Ia menjalin silaturahmi dengan tetangganya dan kerap
membantu Ketika mereka membutuhkan pertolongan,namun kebaikan Fahri dengan
sendirinya terungkap ,tetangga yang dulnya sangat membenci sekarang justru
menjadi orang yang sangat mencintai Fahri.
AAC 2 Menyeimbanngakan cerita sebelumnya
Dulu saat menelesikan novel AAC,saya merasakan bahwa betapa
beruntungnya sosok Fahri yang mendapatkan isteri nyaris sempurna bernama
Aisha.Aisha selain cantik,taat pada agama,juga berasal dari keluarga yang kaya
dan sangat cerdas.saya jadi berfikir bagaiman jika Aisha tidak sesempurna itu?
Atau siapa sebenarnya tooth-tokoh ini? Maka jawaban itu muncul Ketika saya
membaca novel seri keduanya. Penulis membuat dakwah semakin mudah,Ketika
membaca novel berisi kebaikan,orang tidak merasa digurui.Justru kesadaran
tentang kebaikan-kebaikan itu bisa muncul muncul tanpa disadari Ketika
menyelami kehidupan para tokoh di dalam ovel ini.Sarana seperti ini yang
seharusnya banyak digunakan bagi para pedakwah untuk menebar nasihat-nasihat.Novel
ini cocok sekali bagi remaja yang lagi labil,sampai orang dewasa yang masih
bingung bagaimana cara bersikap kepada masyarakat setempat tentunya tetangga
kita .


Komentar
Posting Komentar