Resensi Film Maquia: When the Promised Flower Blooms
Judul Yang Harus di Ingkari
Identitas Film
Judul Film : Maquia: When the
Promised Flower Blooms
Judul Resensi : Janji yang harus di
Ingkari
Pengarang : Mari Okada
Produser : Naoko
Endō,Tomomi,Kyōtani,Nobuhiro Takenaka,Takahiro Kikuchi
Pemeran :Manaka Iwami,Miyu Irino
Studio Produksi : P.A.Works
Durasi : 115 Menit
Pengenalan
Maquia : When the
Promised Flower Blooms adalah sebuah film drama fantasi fantasi tinggi animasi
Jepang tahun 2018 yang ditulis dan disutradarai oleh adalah sebuah film drama
fantasi fantasi tinggi animasi Jepang tahun 2018 yang ditulis dan disutradarai
oleh Mari Okada dan diproduksi oleh P.A.Works.Ini menampilkan arah animasi dan
desain karakter oleh Yuriko Ishii yang diadaptasi dari desain asli Akihiko
Yoshida, dan musik yang disusun oleh Kenji Kawai.
Mari Okada dan
diproduksi oleh P.A.Works.Ini menampilkan arah animasi dan dadalah sebuah film drama
fantasi fantasi tinggi animasi Jepang tahun 2018 yang ditulis dan disutradarai
oleh Mari Okada dan diproduksi oleh P.A.Works.Ini menampilkan arah animasi dan
desain karakter oleh Yuriko Ishii yang diadaptasi dari desain asli Akihiko
Yoshida, dan musik yang disusun oleh Kenji Kawai.
esain karakter oleh
Yuriko Ishii yang diadaptasi dari desain asli Akihiko Yoshida, dan muadalah sebuah film drama
fantasi fantasi tinggi animasi Jepang tahun 2018 yang ditulis dan disutradarai
oleh Mari Okada dan diproduksi oleh P.A.Works.Ini menampilkan arah animasi dan
desain karakter oleh Yuriko Ishii yang diadaptasi dari desain asli Akihiko
Yoshida, dan musik yang disusun oleh Kenji Kawai.
musik yang disusun oleh Kenji Kawai. adalah sebuah film
drama fantasi fantasi tinggi animasi Jepang tahun 2018 yang ditulis dan
disutradarai oleh Mari Okada dan diproduksi oleh P.A.Works.Ini menampilkan arah
animasi dan desain karakter oleh Yuriko Ishii yang diadaptasi dari desain asli
Akihiko Yoshida, dan musik yang disusun oleh Kenji Kawai.
Sinopsis
The Iorph, ras humanoid, hidup jauh dari dunia
manusia, menghabiskan hari-hari mereka menenun Hibiol, kain khusus yang
berfungsi sebagai catatan sejarah tertulis dari berlalunya waktu. Mereka menua
jauh lebih lambat daripada manusia, dan dapat hidup selama ratusan tahun.
Mereka legendaris bagi orang luar, yang menjuluki mereka "Klan yang
Terpisah".
Maquia, seorang gadis muda yatim piatu Iorph,
berfungsi sebagai asisten kepala klan, Racine, yang memperingatkannya tentang
menciptakan ikatan emosional dengan orang luar, mengatakan bahwa Maquia akan
tahu apa kesepian yang sebenarnya jika dia melakukannya. Segera setelah itu,
kerajaan tetangga Mezarte mengirim tentara bersenjata di punggung naga terbang
yang disebut Renato ke desa Iorph. Tidak dapat menemukan rahasia umur panjang
mereka, tentara menyerang, membunuh sebagian besar Iorph dan menculik Leilia,
teman Maquia. Salah satu Renato menyerah pada penyakit "Mata Merah"
dan mengamuk selama serangan itu. Itu menjadi kusut di Hibiol, dan melarikan
diri dari desa, secara tidak sengaja membawa Maquia, yang terjerat kain.
Renato kemudian crash dan mati di hutan. Maquia bangun
dan bertemu dengan seorang pedagang alkohol di karavan yang disergap, di mana
dia menemukan bayi laki-laki yang baru lahir, dipeluk erat-erat dalam pelukan
ibunya yang sudah meninggal. Menolak untuk membiarkan dia mati, dia menarik
bayi itu dari lengan wanita itu dan membawanya sebagai putranya. Dia melakukan
perjalanan ke desa Helm, di mana seorang wanita, Mido, membawa mereka,
membesarkan mereka bersama kedua putranya, Lang dan Deol. Maquia menamai anak
angkatnya Ariel.
Kesan
Maquia: When the Promised Flower Blooms benar-benar memanjakan mata
sekali, animasinya, pemilihan warnanya, dan paling sesuatu banget sih Artwork
sama selipan CGI-nya, bisa banget menggambarkan sebuah dunia fantasi yeng
terkesan megah.
Dari pergerakan, frame per-frame, benar-benar
detail, mungkin hampir bisa-lah disandingkan dengan keindahan karya Kyoto
Animation.
Dengan
cerita yang sulit sekali ditebak, twist yang epik, walaupun jika kalian pikir
lagi, "memang normalnya seperti ini kan", dan mematahkan
prediksi kalian sendiri. saya sendiri banyak hal yang tidak say duga akan
terjadi, dan itu bagus, penonton tidak akan bosan dengan cerita seperti ini,
Walaupun bagus, dengan belok-belokan yang ada dimana-mana, alur settingnya yang
melompat lompat, membuat anime ini kekurangan waktu untuk menabarkan cerita
lebih jelas, mungkin saja dengan produksi dan sutradara yang sama Maquia:
When the Promised Flower Blooms akan lebih baik mendapatkan sebuah serial
12 tamat daripada movie 2 jam habis.
Sekarang mari ke kesimpulan saja, Maquia:
When the Promised Flower Blooms adalah anime dengan visual dan Art Design
yang epik, penuh dengan ke moe-an namun tetap elegan, cerita yang disampaikan
juga ngena dan terasa, mampu membawa dengan cepat penonton masuk, walaupun cuma
mengulik satu saja issue utama, namun hal tersebut sudah terlalu cukup untuk
satu film, malah kurang menurut saya kaena bisa lebih lagi dikulik. tidak mudah
ditebak, ada banyak twist mengejutkan.
Nama: Ilham Ramadhani XI-MIA 1

Komentar
Posting Komentar